Home Jogja Masker Bedah di Apotek Masih Langka, Pakar Mikrobiologi UGM Jelaskan Perbedaannya dengan...

Masker Bedah di Apotek Masih Langka, Pakar Mikrobiologi UGM Jelaskan Perbedaannya dengan Masker Kain

14
0
SHARE

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Ketersediaan masker medis atau masker bedah di apotek-apotek yang ada di wilayah Yogyakarta hingga kini masih tergolong langka.

Beberapa apotek mulai beralih menjual masker kain, sebagaimana anjuran pemerintah bahwa masker kain pun aman digunakan masyarakat umum selama pandemi.

Ani, seorang apoteker di Medifarma, Jalan MT Haryono Yogyakarta mengungkapkan masker bedah atau surgical mask hingga kini masih dibanderol dengan harga cukup mahal.

“Satu kotak isi 20 lembar harganya Rp175 ribu, kalau dijual ke masyarakat bisa sampai Rp9 ribu – Rp10 ribu. Jadi kami tidak menjual, kasihan pembeli kalau mahal,” ungkapnya saat ditemui Tribunjogja.com di Apotek Medifarma, Jumat (29/5/2020).

Sebagai alternatifnya, di apotek tempat Ani bekerja dijual tiga jenis masker kain.

Yakni, masker merek Sritex seharga Rp12 ribu, masker bahan spons Rp3.500 atau Rp10 ribu jika membali 3 lembar, dan masker kain biasa…



Selengkapnya: https://jogja.tribunnews.com/2020/05/30/masker-bedah-di-apotek-masih-langka-pakar-mikrobiologi-ugm-jelaskan-perbedaannya-dengan-masker-kain

Artikel ini telah tayang di jogja.tribunnews.com dengan judul “Masker Bedah di Apotek Masih Langka, Pakar Mikrobiologi UGM Jelaskan Perbedaannya dengan Masker Kain”

Sumber: https://jogja.tribunnews.com/2020/05/30/masker-bedah-di-apotek-masih-langka-pakar-mikrobiologi-ugm-jelaskan-perbedaannya-dengan-masker-kain