Home Jogja Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup...

Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari

35
0
SHARE

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Sudah lebih dari empat bulan, Heri Supriyanto, warga Dusun Sirat RT 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul hidup dalam kegelapan di kamarnya.

Ia hidup tanpa lampu penerangan dan tanpa sinar matahari.

Bukan tanpa sebab, mengapa Heri terpaksa hidup dalam kegelapan.

Semua itu karena cahaya sinar matahari membuat matanya perih, bahkan sampai mengeluarkan cairan bening terus menerus.

Telinganya juga berdengung – dengung.

Ditambah lagi, pada bagian atas kelopak matanya mendadak langsung nyeri.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

“Rasanya itu sakit, perih, pedes sekali,” kata Heri, seraya memegang kepala, saat ditemui di dalam kamarnya, Sabtu (18/1/2020).

Kamar yang ditempati Heri itu gelap, tak ada sinar matahari yang diperbolehkan masuk.

Bahkan, genteng kaca, tempat matahari masuk di atas kamarnya terpaksa harus ditutup pakai kardus.

Kontan saja, bapak dua anak itu setiap hari…



Selengkapnya: https://jogja.tribunnews.com/2020/01/18/alami-saraf-mata-dan-saraf-telinga-yang-menyatu-warga-bantul-terpaksa-hidup-tanpa-sinar-matahari

Artikel ini telah tayang di jogja.tribunnews.com dengan judul “Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari”

Sumber: https://jogja.tribunnews.com/2020/01/18/alami-saraf-mata-dan-saraf-telinga-yang-menyatu-warga-bantul-terpaksa-hidup-tanpa-sinar-matahari

Advertisement
loading...